Senin, 08 Juni 2015

CONSISTENCY AND STANDARDS - JAMILIN.COM

Berdasarkan prinsip HE ini, desain antarmuka sistem harus konsisten dalam bahasa, ukuran button, design layout dan situasi lainnya dalam sebuah situs web.
Untuk itu, saya akan membahas tentang bagaimana CONSISTENCY AND STANDARDS dari website jamilin.comPerhatikan screenshot dari halaman beranda jamilin.com berikut ini.


Gambar 1. Penulisan dropdown menu yang tidak konsisten

Gambar 2. Desain layout tidak konsistensi

Masalah :
Perhatikan gambar 1, pada gambar tersebut terdapat penamaan dropdown menu yang tidak konsisten, dimana dropdown menu "LOOK YOUNGER serums" dan "CRYSTAL Activated Shirts" ditulis dengan menggunakan format penulisan yang berbeda dengan dropdown menu lainnya. Dimana format penulisan dropdown menu lainnya menggunakan format Capitalize Each Word, sementara dua dropdown menu tersebut tidak menggunakan format penulisan yang sama.

Perhatikan gambar 2, gambar tersebut merupakan desain layout dari dropdown menu "LOOK YOUNGER Serums". Ketika user masuk ke menu tersebut, desain layoutnya tidak konsisten dengan "Home" dari website tersebut. Hal ini sangat mengganggu user. Dimana, pada halaman "Home" menggunakan background warna coklat, sementara pada menu "LOOK YOUNGER Serums" menggunakan background warna biru.

Solusi :
Seharusnya penulisan dropdown menu harus konsisten, maksudnya jika ditulis dengan Capitalize Each Words maka semuanya harus ditulis dengan Capitalize Each Words. Desain layout harus konsisten, sehingga tidak mengganggu user dan mungkin akan membingungkan user, dan user mungkin akan menganggap itu bukan bagian dari website tersebut. 

Severity Rating / Peringkat keparahan : Merupakan penilaian berupa peringkat 0-4
     0 : Saya tidak setuju, tidak menjadi masalah.
     1 : Tidak perlu diperbaiki, kecuali tersedia waktu tambahan untuk project
     2 : Permasalahan minor, prioritas rendah (low priority)
     3 : Permasalahan mayor, prioritas tinggi (high priority)
     4 : Penting untuk diperbaiki sebelum product di realease

     Severity rating / peringkat keparahan untuk beberapa permasalahan ini adalah : 3

Minggu, 07 Juni 2015

AESTHETIC AND MINIMALIST DESIGN - JAMILIN.COM

Berdasarkan prinsip HE ini, sebuah sistem harus memiliki desain yang minimalis dan dapat menarik minat pengguna. Maksudnya adalah user interface dari suatu sistem tidak boleh mengandung informasi yang tidak relevan dengan tujuan utama dari sistem atau informasi yang tidak dibutuhkan dan juga desain dari sistem tidak terlalu rumit.
Untuk itu, saya akan membahas tentang bagaimana AESTHETIC AND MINIMALIST DESIGN dari website jamilin.comPerhatikan screenshot dari halaman beranda jamilin.com berikut ini.

Gambar 1. Halaman Beranda
Gambar 2. Lanjutan Halaman Beranda
Gambar 3. Lanjutan Halaman Beranda

Masalah :
Perhatikan gambar diatas, pada gambar tersebut banyak sekali informasi yang tidak relevan ditampilkan. Seperti yang ditunjukkan oleh gambar panah biru pada gambar 1 dan panah merah pada gambar 2. Ini akan sangat mengganggu pengguna yang mengunjugi website tersebut dan akan mempengaruhi fokus user pada halaman yang dikunjungi.

Desain pada halaman beranda website jamilin.com sangat rumit, banyak terdapat space yang kosong. Ketika user masuk ke website ini maka tidak akan menarik minat dari user tersebut. Pada gambar 1, terdapat logo facebook, tetapi penulisannya tidak rata. Desainnya tidak menarik sama sekali. Pengaturan menu-menu juga tidak tertata dengan baik

Solusi :
Seharusnya informasi yang tidak relevan dengan websitenya tidak perlu ditampilkan, seperti yang ditunjukkan panah biru pada gambar 1, sebaiknya itu dihapus saja. Logo dan penulisan yang ditunjukkan panah merah pada gambar 1, sebaiknya dibuat rata. Space-space yang kosong seharusnya digunakan agar pengaturan menu-menu websitenya dapat diatur dengan baik.

Severity Rating / Peringkat keparahan : Merupakan penilaian berupa peringkat 0-4
     0 : Saya tidak setuju, tidak menjadi masalah.
     1 : Tidak perlu diperbaiki, kecuali tersedia waktu tambahan untuk project
     2 : Permasalahan minor, prioritas rendah (low priority)
     3 : Permasalahan mayor, prioritas tinggi (high priority)
     4 : Penting untuk diperbaiki sebelum product di realease

     Severity rating / peringkat keparahan untuk beberapa permasalahan ini adalah : 3

Rabu, 13 Mei 2015

Visualisasi Informasi : Jumlah Koperasi Aktif Menurut Provinsi, 2010–2013

Berdasarkan data yang terdapat pada Buku Statistik Indonesia 2014 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik pada halaman 414, Jumlah Koperasi Aktif Menurut Provinsi, 2010–2013 meningkat setiap tahunnya. Perkembangan Koperasi di Indonesia mencapai 143117 pada tahun 2013.



Berdasarkan data tersebut, saya akan memvisualisasikan data tersebut sehingga data lebih menarik dan lebih mudah dimengerti oleh pembaca. Dalam memvisualisasikan data ini, saya menggunakan tools infogr.am. Dalam memvisualisasikan data ini, terlebih dahulu saya akan menentukan visual variabel-variabel yang akan saya gunakan untuk memvisualisasikan data ini. Sebelumnya, saya akan menjelaskan apa itu visual variabel. Visual variable merupakan variable yang digunakan untuk membedakan unsur yang diwakili pada setiap simbol, atau variabel untuk menampilkan informasi secara grafis. 
Dalam hal ini, variabel yang saya gunakan adalah variabel tahun, terdiri dari tahun 2010-2013, variabel provinsi, yaitu seluruh provinsi yang terdapat di Indonesia. Saya juga, memisahkan provinsinya berdasarkan pulau. Misal; untuk pulau sumatera terdapat beberapa provinsi, contoh : Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan lain sebagainya.
Berikut hasil visualisasi data yang telah saya buat.



Berdasarkan informasi diatas, dapat disimpulkan bahwa, perkembangan Koperasi Aktif di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2010 sampai tahun 2013.

Minggu, 22 Februari 2015

Pteromys : Interactive Design and Optimization of Model Airplanes

Merupakan teknik baru untuk merancang pesawat glider yang dapat terbang. Sifat aerodinamis dari pesawat glider tergantung pada bentuknya. Teknik ini merepresentasikan pesawat glider yang dapat terbang pada real condition, dengan menggunakan metode data-driven. Untuk melakukannya, dibutuhkan set glider, lintasan penerbangan,dan kamera. Ini jauh lebih mudah dari pada sistem wind tunnel, dengan menggunakan sistem ini, kita dapat membuat model pesawat yang efisien. 





Teknik ini, memungkinkan pengguna yang masih newbie, dapat mendesain pesawat. Teknik ini mensimulasikan dan memvisualisasikan lintasan penerbangan pesawat selama pembuatan desainnya. Teknik ini, memfasilitasi untuk dapat membuat desain pesawat yang kreatif, tapi belum fungsional. Dalam tahap persiapan offline, kita merancang lintasan penerbangan dari sampel set glider yang menghubungkan sayap pesawat. Dalam tahap online, pengguna dapat merancang pesawat dan sistem mensimulasikan dan mengoptimalkannya secara real -time.





Sumber: http://www.nobuyuki-umetani.com/GliderDesign/2014_siggraph_GliderDesign.html 

                https://www.youtube.com/watch?v=TgB-nymHMxQ